Ternyata Semua di Urusi!

Wah… selama ini memang saya dibutakan.. bagaimana tidak, saya baru tau ternyata bukan hanya keseharian dari warga LDII yang dipikirkan, tapi juga semua detail-detail lainnya, contohnya ketika kami baru saja merayakan hari raya Idul Adha 1432H dengan penyembelihan hewan Qurban.

Saya sungguh kagum dengan kekompakan dan kebersamaan dari warga LDII. Semuanya siap dengan bagian masing-masing, tidak ada yang bersantai-santai ria, semua sama-sama capeknya. Pembagian daging Qurban pun dilakukan dengan seksama untuk warga sekitar, meskipun warga sekitar banyak sekali yang bukan warga LDII, ternyata tidak ada saya saksikan penguasaan daging Qurban untuk kepentingan sendiri dari warga LDII.

Malah yang lucu saya saksikan adalah adanya oknum-oknum dari aparat yang datang silih berganti meminta daging qurban sampai-sampai saya lihat para pengurus LDII kebingungan karena mau gak mau harus mengurangi jatah daging untuk orang lain demi memenuhi permintaan aparat. Entah darimana para aparat itu datang, dengan berderet penghargaan di dada dan baju dinas yang terlihat genjreng. Disini pula saya melihat ternyata warga LDII mengalah dan memberikan jatah mereka untuk aparat.

Setelah saya berpikir-pikir sekian lama setelah dulu pernah merintangi dan menjelek-jelekan LDII, saya sungguh terpukul dengan keadaan ini, bagaimana mungkin warga-warga yang terus banyak berkorban mencari ridlo Alloh ini harus terus dijelek-jelekan atas hal-hal yang selama ini telah mereka tinggalkan.

Yah saya akan mencoba terus disini, menjadi bagian dari persaudaraan ini, menjadi hamba Alloh sebaik-baiknya untuk menebus kesalahan saya yang mungkin banyak tak terkira…

Pemasangan Baligo LDII

Hm.. saya baru saja membaca artikel terbaru di website resmi ldii di http://www.ldii.or.id/in/component/content/article/1-organisasi/690-wow-billboard-itu-.html, jujur.. kalo saya masih mempunyai sifat yang dulu dan Alloh belum memberikan hidayah, tentunya artikel ini mempunyai arti yang jelek, bodoh dan norak. Banyak dalih mungkin bisa saya pakai, misal:

  • Pemasangan baligo kan biasa saja, apa istimewanya?
  • Itu kan gimana uang, ada uang ada barang
  • Halah paling cuman sekarang doang, besok juga baligonya hilang
  • dan lain-lain.

Sudah yakin pasti banyak deh cemoohan langsung muncul dikepala ini ketika melihat artikel itu. Namun pandangan saya sekarang lain. Pemasangan baligo itu tentu saja menunjukkan nilai yang lain. Beberapa diantaranya:

  • LDII memang benar telah membuka diri
  • LDII telah diterima di masyarakat terbukti dengan pemasangan baligo itu tanpa ada masalah
  • LDII tidak lagi malu dan takut untuk menunjukkan dirinya, dengan kata lain, LDII tidak merasa salah
  • dan lain-lain.

Pemasangan baligo itu ditempat lain mungkin memang benar biasa saja dan tidak ada istimewanya, namun untuk sebuah organisasi LDII di wilayah surabaya, pemasangan tersebut sangat luar biasa dan mempunya dampak yang istimewa. Saya salah satunya merasa semakin nyaman dan tenang menjadi bagian dari keluarga besar LDII.

 

Alhamdulillah.

Penuh Benci dan Amarah

Kembali bersama saya… seorang hamba yang berusaha menebus dosa…

Saya bukan mau membicarakan orang lain, itu tidak.  Tapi ingin menceritakan bagaimana saya dulu ketika membenci LDII. Meskipun saya  bergerak atas nama Islam, bergerak dengan tujuan ingin menjaga keutuhan umat Islam, tapi nyatanya, tindak tanduk ku dalam keseharian tidak sesuai dengan Islam itu sendiri yang penuh kasih dan rokhmat.

Setiap apapun yang dilakukan oleh LDII adalah salah. Dan apapun yang terjadi pada mereka akan saya jadikan amunisi untuk menyerang mereka. Terlepas dari kebaikan-kebaikan yang telah mereka perbuat, saya tutup mata dan terus membombardir mereka di website saya ini. Saya berusaha semaksimal mungkin agar orang lain membenci LDII dan Meninggalkan mereka jauh-jauh.

Apakah itu sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW? Dengan kebencian dan tuduhan-tuduhan yang keji disampaikan kepada mereka. Tapi alhamdulillah malah saya sendiri diakhirnya dibuat malu… Kenapa selama ini penuh benci, murka, iri dan dengki??

Mudah-mudahan saudara-saudara saya yang lain bisa menyadarinya. Karena niat ini bisa membuat anda salah arah. Mudah-mudahan kita semua bisa instropeksi diri…

ldiiku.com - Situs Tentang LDII Yang Unik

Kebetulan lagi puasa ini saya kok males banget bikin posting tentang ldii. Walopun kemarin setelah saya bicara seperti itu (lihat atikel sebelumnya), membuat saya jadi lebih lega, tapi tetep sepertinya rada sulit untuk mulai curhat hehe.

Nah ketika saya lagi browsing-browsing di internet lihat-lihat berita, ternyata ada situs baru di komentar sebuah thread ldii.blogsome.com yang isinya tentang LDII dan unik. Yaitu ldiiku.com.

Lain daripada yang lain, isinya seperti perjalanan hidup dari warganya yagn diset dari tahun 1970an. Gila, lama banget tuh… Belum tau juga apakah ini kisah nyata atau bukan, tapi sepertinya dari awal cerita udah langsung menggebrak dan berat. Yah dengan situs yang baru nongol ini mudah-mudahan saja penulisnya tetep semangat untuk menulis.

LDII Sebuah Fenomena

Sewaktu penulis pertama kali memiliki blog ini, awalnya penulis beranggapan bahwa LDII memang sebuah aliran yang memutar balikkan fakta dan sesat menyesatkan. Namun ternyata setelah bertahun-tahun meneliti mereka, entah kenapa penulis menemukan bila LDII memberikan sebuah jalan yang sangat jarang atau boleh dikata tidak diberikan oleh kelompok Islam lainnya.

Coba bayangkan, dimana ada pengurus dan pengaturnya yang mau mengurusi warganya siang dan malam tak pernah lelah? Semua hal yang berhubungan dengan warganya diatur. 

Memang banyak sekali penyelewengan-penyelewengan yang dilaporkan, tapi menurut hemat penulis, tidak serta merta semua yang ada di LDII itu jelek dan semua orang di dalamnya brengsek! Karena apa, toh aliran agama lain pun sama juga bukan?

Awalnya penulis diam bertahun-tahun tidak mencoba menulis apa yang ada dihati, tapi sepertinya sudah saatnya saya berbagi…

madigol.blogsome.com, kami dulu benci… namun sekarang tidak lagi…

Kesesatan LDII

Tadinya website ini berisi tulisan penulis yang menghujat seorang ulama besar dari LDII, namun seiring waktu berjalan, penulis seperti tersadar dalam mimpi.

Tadinya juga penulis malu untuk berbagi.. namun sekarang… penulis memberanikan diri menebus dosa ini…